Selasa, 11 Desember 2012

Dampak Teknologi Informasi dan Komunikasi dalam Kehidupan antar personal, Organisasi dan sosial



Dampak Teknologi Informasi dan Komunikasi dalam Kehidupan antar personal, Organisasi dan sosial



TUGAS KELOMPOK APRESIASI ICT
(Tugas ini diajukan untuk memenuhi salah satu tugas Apresiasi ICT )
Dampak Teknologi Informasi dan Komunikasi dalam Kehidupan antar personal, Organisasi dan sosial

Disusun oleh :
Kistin Fatmawati                   150610100067
Lustina Pandiangan              150610100070
Midun Sihombing                 150610100
Ujang                                     150610100

AGRIBISNIS B
  

UNIVERSITAS PADJADJARAN
FAKULTAS PERTANIAN











 BAB I
PENDAHULUAN
1.1  Latar Belakang
Teknologi informasi adalah suatu teknologi yang digunakan untuk mengolah data, termasuk memproses, mendapatkan, menyusun, menyimpan, memanipulasi data dalam berbagai cara untuk menghasilkan informasi yang berkualitas, yaitu informasi yang relevan, akurat dan tepat waktu, yang digunakan untuk keperluan pribadi, bisnis, dan pemerintahan dan merupakan informasi yang strategis untuk mengambil keputusan. Sedangkan Teknologi komunikasi merupakan perluasan dari ilmu komunikasi dengan basi  teknologi seperti wireless, internet, faximille, komputer dan sebagainya.
Perkembangan dan kemajuan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) telah merubah bukan hanya tatanan kehidupan dan cara interaksi social masyarakat namun jauh lagi mendorong era peradaban baru dalam babak kehidupan manusia yang disebut dengan abad informasi.
Teknologi diyakini sebagai alat pengubah. Sejarah membuktikan evolusi teknologi selalu terjadi sebagai tujuan atas hasil upaya keras para jenius yang pada gilirannya temuan teknologi tersebut diaplikasikan untuk memperoleh kemudahan dalam aktivitas kehidupan dan selanjutnya memperoleh manfaat dari padanya.
1.2  Tujuan
Tujuan Penulisan Makalah ini adalah :
  1. Memenuhi salah satu tugas Apresiasi ICT
  2. Memahami bagaimana peranan Teknologi Informasi dan Komunikasi
  3. Memahami bagaimana dampak dari Teknologi Informasi dan Komunikasi.



BAB II
Tinjaun Pustaka
2.1 Pengertian Teknologi Informasi dan Komunikasi
Teknologi informasi adalah suatu teknologi yang digunakan untuk mengolah data, termasuk memproses, mendapatkan, menyusun, menyimpan, memanipulasi data dalam berbagai cara untuk menghasilkan informasi yang berkualitas, yaitu informasi yang relevan, akurat dan tepat waktu, yang digunakan untuk keperluan pribadi, bisnis, dan pemerintahan dan merupakan informasi yang strategis untuk mengambil keputusan. Teknologi komunikasi merupakan perluasan dari ilmu komunikasi dengan basi  teknologi seperti wireless, internet, faximille, komputer dan sebagainya.
TIK mencakup dua aspek yaitu teknologi informasi dan teknologi komunikasi.
·         Teknologi Informasi meliputi segala hal yang berkaitan dengan proses, penggunaan sebagai alat bantu, manipulasi, dan pengelolaan informasi.
·         Teknologi Komunikasi adalah segala sesuatu yang berkaitan dengan penggunaan alat bantu untuk memproses dan mentransfer data dari perangkat yang satu ke lainnya.
Secara khusus, tujuan mempelajari Teknologi Informasi dan komunikasi adalah :
1.      Menyadarkan kita akan potensi perkembangan teknologi informasi dan komunikasi yang terus berubah sehingga termotivasi untuk mengevaluasi dan mempelajari teknologi ini sebagai dasar untuk belajar sepanjang hayat.
2.      Memotivasi kemampuan kita agar bia beradaptasi dan mengantisipasi perkembangan TIK, sehingga bias melaksanakan dan menjalani aktifitas kehidupan sehari-hari secara mandiri dan lebih percaya diri.
3.      Mengembangkan kompetensi kita dalam menggunakan Teknologi Informasi dan Komunikasi untuk mendukung kegiatan belajar, bekerja, dan berbagai aktifitas dalam kehidupan sehari-hari.
4.      Mengembangkan kemampuan belajar berbasis TIK, sehingga proses pembelajaran dapat lebih optimal, menarik dan mendorong kita lebih terampil dalam berkomunikasi, terampil mengorganiasi informasi, dan terbiasa bekerjasama.
5.      Mengembangkan kemampuan belajar mandiri, berinisiatif, inovatif, kreatif dan bertanggung jawab dalam penggunaan Teknologi Informasi dan Komunikasi untuk pembelajaran, bekerja, dan pemecahan masalah sehari-hari.
2.2 Peranan Teknologi Informasi dan Komunikasi
Perkembangan di bidang TIK dari masa ke masa sangat pesat dan perannya dalam kehidupan manusia dapat dirasakan dalam berbagai bidang kegiatan kehidupan manusia, baik secara individu ataupun kelompok (organisasi atau perusahaan).
  1. Peranan TIK dalam Keluarga
Semakin terjangkaunya harga komputer mengakibatkan semakin banyak pula keluarga yang memiliki komputer di rumah mereka. Banyak kegiatan yang dapat dilakukan dengan bantuan sebuah komputer, seperti mengerjakan tugas sekolah, belajar, mengatur keuangan keluarga, mendengarkan musik, menonton video, dan bermain games. Bagi keluarga-keluarga di negara maju, komputer juga digunakan sebagai alat untuk berbelanja secara elektronik dengan cara melakukan pemesanan barang secara on-line dan melakukan pembayaran secara elektronik. Barang yang dibeli akan segera diantar ke rumah sehingga pembeli tidak perlu beranjak dari rumah.
  1. Peranan TIK dalam Dunia Pendidikan
Kehadiran teknologi informasi dan komunikasi, terutama komputer dan internet sudah lama dimanfaatkan oleh negara-negara maju. Misalnya, di negara seperti Inggris, Amerika, dan Jepang, teknologi informasi dan komunikasi digunakan dalam kegiatan pembelajaran di sekolah-sekolah melalui pemanfaatan komputer dengan didukung teknologi internet. Dengan teknologi komputer dan internet, para siswa atau mahasiswa tidak hanya dapat belajar di dalam kelas. Mereka dapat belajar di mana pun karena hampir semua materi pelajaran dapat diiperoleh melalui CD atau langsung diakses melalui Internet.
Indonesia tidak mau ketinggalan dengan negara-negara maju. Sekarang ini, komputer sudah mulai diperkenalkan di sekolah. Mulai dari pendidikan prasekolah (playgroup) sampai universitas. Bagi anak-anak playgroup dan taman kanak-kanak, sudah tersedia berbagai media pembelajaran melalui komputer yang memungkinkan pembelajaran secara interaktif tanpa meninggalkan sifat anak-anak, yaitu bermain. Secara umum, peran TIK dalam lingkungan pendidikan dapat dirasakan oleh para siswa, sekolah, dan orang tua.
  1. Bagi para Siswa atau Mahasiswa
Komputer dan jaringan komputer (intranet dan internet) memberikan kemudahan bagi para siswa atau mahasiswa. Para siswa dapat memperoleh bahan-bahan pembelajaran melalui perpustakaan elektronik (e-library) atau buku elektronik (e-book) untuk mendapatkan koleksi perpustakaan berupa buku, modul, jurnal, majalah, atau surat kabar. Kehadiran Internet juga memungkinkan dilakukannya pembelajaran jarak jauh (e-learning). Maksudnya untuk mendapatkan materi pelajaran, para siswa atau mahasiswa tidak harus terikat dengan ruang dan waktu di ruang kelas pada jam-jam pelajaran. Mereka dapat memperoleh materi melalui komputer di rumah yang tersambung dengan internet atau melalui warnet-warnet yang tnemberikan layanan akses internet. Bahkan, dimungkinkan para siswa atau mahasiswa melakukan komunikasi dengan guru atau dosen melalui fasilitas e-mail atau berbicara atau bertatap muka melalui fasilitas teleconference/ video-conference.
  1. Bagi Guru atau Sekotah
Di samping untuk kegiatan pembelajaran, teknologi informasi dan komunikasi juga dapat digunakan untuk kegiatan administratif para guru. Misalnya, mengetahui data siswa, seperti nama, orang tua siswa, asal, latar belakang pendidikan sebelumnya, maupun data akademik seperti jadwal, nilai-nilai siswa, dan catatan prestasi. Kegiatan pemrosesan nilai untuk menentukan nilai rata-rata, ranking, kelulusan, dan kejuaraan sekolah dapat dilakukan dengan muclah, cepat, dan tepat. Para guru tidak perlu lagi melakukan penghitungan secara manual dengan bantuan mesin hitung kalkulator karena apabila nilai sudah dimasukkan ke dalam sistem komputer, proses penghitungan akan dilakukan oleh komputer juga dan hasilnya dapat dilihat dalam sekejap.

  1. Bagi Orang Tua
Penggunaan teknologi informasi dan komunikasi memungkinkan orang  dapat memantau perkembangan pendidikan anaknya melalui komputer dan internet. Sehingga, mereka dapat mengetahui dan melihat hasil pembelajaran anaknya, mulai nilai harian, penugasan, nilai ujian, dan prestasi secara keseluruhan.
  1. Peranan TIK dalam Kantor
Komputer banyak digunakan di kantor-kantor untuk membantu pekerjaan administrasi. Pembuatan surat-surat yang dahulu menggunakan mesin tik manual kini digantikan oleh komputer. Di samping hasilnya lebih rapi dan dapat dikoreksi sebelum dicetak, surat juga dapat disimpan dalam bentuk dokumen elektronik. Apabila suatu saat diperlukan kembali maka dokumen/file tersebut dapat dipanggil kembali atau diubah sesuai keperluan. Jelas ini dapat menghemat waktu dan tenaga karena tidak perlu mengetik lagi. Selain pekerjaan tulis menulis, di dalam kantor juga terdapat kegiatan penyimpanan dokumen-dokumen penting. Dokumen-dokumen yang telah disimpan dinamakan arsip. Adapun kegiatan penyimpanan dokumen disebut pengarsipan. Saat ini, kegiatan penyimpanan ternyata juga dapat dilakukan dengan bantuan komputer (pengarsipan elektronik). Program yang digunakan disebut  earchieves. Semua catatan tentang arsip maupun salinan dokumen dapat disimpan pada harddisk, disket, atau pun CD dalam bentuk data elektronik. Keuntungan-keuntungan menggunakan e-archieves di antaranya adalah sebagai berikut.
a.       Tidak memerlukan tempat yang luas.
b.      Memudahkan pencarian arsip.
c.       Dapat diakses melalui jaringan komputer.
d.      Relatif aman terhadap kerusakan fisik.
e.       Data arsip dapat disalin setiap saat.
  1. Peranan TIK dalam Bisnis
Pemanfaatan TIK sangat membantu kelancaran komunikasi dalam bisnis. Fedex adalah salah satu perusahaan jasa kurir yang memanfaatkan sistem informasi untuk mengawasi sampai dimana barang yang dikirimkan melalui bantuan internet. Pemanfaatan TIK untuk membuat layanan baru antara lain internet banking, SMS banking, dan e-Commerce.
a.       Internet banking adalah layanan perbankan yang dilakukan dengan menggunakan internet. Transakasi yang dapat dilakukan adalah pengecekan saldo, transfer uang, pembayaran tagihan. Keuntungan internet banking bagi bank adalah bank dapat memberikan keleluasaan kepada nasabah untuk melakukan transaksi dimana saja dan kapan saja. Keuntungan internet banking bagi nasabah antara lain :
·         Menghemat waktu, karena tidak perlu datang ke bank untuk melakukan transaksi.
·         Menghemat biaya, karena transportasi menuju ke bank dapat dihilangkan.
·         Lebih cepat, karena tidak perlu menunggu antrean yang banyak.
b.      SMS Banking adalah layanan perbankan yang dilakukan dengan menggunakan SMS (short Message Service ). Transaksi yang dapat dilakukan adalah pengecekan saldo, transfer uang, dan pembayaran tagihan.
c.       E-commerce Perdagangan elektronik (Electronic commerce ) adalah perdagangan yang dilakukan dengan memanfaatkan internet. Keuntungan perdagangan elektronik antara lain :
1.      Perusahaan dapat menjangkau pasar lebih luas, karena pembeli yang mengakses internet tidak dibatasi tempat dan waktu.
2.      Perusahaan tidak perlu membuka cabang distribusi
3.      Pengeluaran lebih sedikit, karena pegawai tidak banyak.
4.      Harga barang lebih murah, karena biaya operasionalnya murah
  1. Peranan TIK dalam bidang social
Untuk memantau kondisi sosial masyarakat pemerintah memanfaatkan TIK dengan programnya yang disebut ICT4PR (information and Communication Technology for poverty Reduction ). ICT4PR membangun pusat-pusat Teknologi informasi dan komunikasi yang disebut telecenter. Manfaat telecenter bagi masyarakat adalah :
  1. Sebagai sumber informasi dan sarana belajar dari masyarakat.
  2. Untuk menumbuhkan jiwa kewirausahaan bagi masyarakat
  3. Meningkatkan informasi kesehatan
  4. Untuk melihat peluang yang lebih luas untuk memasarkan produk setempat.
  5. Mengembangkan perdagangan melalui e-commerce






BAB III
PEMBAHASAN
“Dampak Teknologi Informasi dan Komunikasi dalam kehidupan antar personal, organisasi dan social “
3.1  Dampak Teknologi Informasi dan Komunikasi dalam Kehidupan antar Personal
Kehidupan manusia tidak mungkin terlepas dari sebuah komunikasi, sekalipun individu tersebut tidak dapat berbicara, dengan bahasa non-verbal manusia menggantikan bahasa verbal untuk menjalin sebuah komunikasi dengan individu lain. Hal tersebut menandakan bahwa betapa pentingnya sebuah komunikasi untuk berhubungan dengan orang lain dan komunikasi dijadikan sebagai perwujudan manusia sebagai makhluk sosial. Komunikasi yang terjalin antara individu satu dengan individu lain disebut sebagai komunikasi interpersonal. Sedangkan komunikasi lainnya adalah komunikasi kelompok. Kedua komunikasi tersebut menjadi komunikasi yang sudah biasa digunakan oleh masyarakat umum.
Penggunaan TIK terhadap kehidupan antar personal individu sangat berpengaruh. Dengan adanya TIK, setiap individu dapat secara bebas mendapatkan informasi dari seluruh penjuru dunia dengan cepat. Selain itu setiap individu lebih bias mengeksplor kretifitasnya sehingga menghasilkan suatu karya baik dalam bentuk tulisan, gambar, dll yang dapat berguna bagi orang lain yang membaca atau melihatnya. TIK dapat mempermudah segala urusan baik urusan yang bersifat pribadi, kelompok maupun umum. Perkembangan teknologi  informasi memacu suatu cara baru dalam kehidupan, dari kehidupan itu dimulai sampai dengan berakhir, kehidupan seperti ini dikenal dengan e-life, artinya kehidupan ini sudah dipengaruhi oleh berbagai kebutuhan secara elektronik. Apabila TIK berkembang dalam konteks antar Personal. Beberapa kerugian dalam konteks antar personal, diantaranya:
  1. Dengan semakin pesatnya komunikasi membuat bentuk komunikasi berubah yang asalnya berupa face to face menjadi tidak. Hal ini dapat menyebabkan komunikasi menjadi hampa.
  2. Seseorang yang terus menerus bergaul dengan komputer akan cenderung menjadi seseorang yang individualis.
  3. Dengan pesatnya teknologi informasi baik di internet maupun media lainnya membuat peluang masuknya hal-hal yang berbau pornografi, pornoaksi, maupun kekerasan semakin mudah.
3.2  Dampak Teknologi Informasi dan Komunikasi dalam Organisasi
Pada umumnya teknologi informasi dan komunikasi (TIK) digunakan dalam suatu organisasi dengan tujuan meningkatkan efisiensi, kualitas, dan transparansi operasionalnya. Selain itu, penggunaan TIK dapat mendorong terjadinya perubahan substansial pada hubungan kekuasaan diantara semua pihak yang terelibat. Konsekuensinya, sebagai hasil diterapkannya TIK, beberapa pihak dapat mendapatkan tambahan kekuasaan (kekuatan), sementara pihak lain kehilangan sebagian kekuatannya. Dampak umum Teknologi Informasi dan Komunikasi pada suatu organisasi adalah :
  1. Efisiensi
Efisiensi meliputi waktu dan biaya. Penggunaan TIK mempercepat proses kerja melalui standarisasi, digitasi, otomatisasi sehingga meningkatkan efisiensi waktu. TIK juga memperkecil pengeluaran biaya meskipun pada awalnya membutuhkan biaya yang tinggi untuk pengadaan software, hardware, layanan telekomunikasi serta pengadaan tenaga profesional namun penggunaan TIK mempunyai beberapa keuntungan misalnya meningkatnya pendapatan, meningkatkan produktivitas tenaga kerja, penurunan biaya operasional, menurunkan biaya pemeliharaan dan belanja serta keuntungan-keuntungan yang tidak langsung seperti fleksibilitas organisasi, informasi yang tepat waktu, keputusan yang lebih akurat, kepuasan hasil kerja dan klien serta meningkatkan image perusahaan.
  1. Kualitas
Penggunaan TIK mampu menurunkan kesalahan dalam pekerjaan sehingga mengoptimalkan keuntungan klien dibandingkan dengan kerja manual. Umumnya, TIK tidak hanya berarti proses digitalisasi dari manual ke sitem internet tetapi merubah bahkan menciptakan proses baru. Dari sini dapat dibedakan tiga dampak TIK pada proses reproduktif, transformatif dan disruptif.
  1. Transparansi
TIK menigkatkan transparansi secara keseluruhan yang meliputi suplayer, harga, ketersediaan, demikian juga transparansi internal organisasi. TIK juga mampu mengoptimalkan struktur organisasi dengan cara mengurangi hierarki dan birokarasi serta lebih fleksibel.
Contoh dampak TIK dalam Organisasi yaitu dengan adanya perkembangan TIK maka proses pemilihan akan lebih cepat dan demokrasi berjalan dengan baik.
Demokrasi Menjadi Lebih Baik
Setelah lebih dari tiga dekade di bawah kepemimpinan nasional yang otoriter dengan demokrasi perwakilan yang semu, kekuasaaan presiden hampir tak terbatas, dan maraknya perilaku kolutif dalam arena politik nasional, dorongan perubahan ke arah negara Indonesia yang lebih demokratis menjadi semakin mudah terwujud dengan fasilitasi TIK.  Perjuangan demokrasi memerlukan koordinasi dan komunikasi intensif di antara para aktivis sebagai lokomotif dan masyarakat luas sebagai penumpang gerbong demokrasi.
Karakter  TIK  yang egaliter sangat sesuai dengan sifat demokrasi, oleh karenanya dalam konteks pembangunan demokrasi TIK lebih tepat diposisikan sebagai means dari pada ends. Efek positif dari semua bebas menjadi sumber informasi adalah terfasilitasinya kebutuhan akan kebebasan berbicara yang menjadi syarat dasar demokrasi. Penyebaran informasi berlangsung secara peer to peer, one to one, one to many ataupun broadcast.
Tidak ada hirarki penyampaian informasi yang mengarah kepada filterisasi informasi sebagaimana terjadi pada sistem informasi di suatu organisasi tertutup. Ide perjuangan demokrasi dengan mudah mencapai sasaran masyarakat luas tanpa terkendala oleh rejim pengawasan informasi yang dilakukan oleh penguasa. Pada proses selanjutnya TIK mendorong terjadinya kesamaan ide, sebagaimana terjadi pada keseragaman gaya dan penampilan. Yang membedakan hanyalah substansi informasinya saja.
Pada yang pertama yang menonjol adalah efek peniruan yang menjurus ke arah konsumtifisme, sedangkan pada gerakan demokrasi TIK berhasil menjadi wahana penyamaan persepsi demokrasi,  pendorong keputusan untuk melakukan perubahan ketata negaraan. Peran TIK dalam proses demokrasi tidak terbatas pada wahana penyamaan persepsi saja melainkan lebih banyak dari itu. Dalam proses kritis yang menjadi acuan adanya demokrasi, TIK  membuktikan dirinya memberikan kontribusi besar dalam proses pemilihan umum (pemilu).
Penggunaan TIK dalam proses penghitungan suara menjadi salah satu yang dapat ditunjuk sebagai bukti. Selain itu, ada banyak sekali bukti bagaimana TIK melancarkan proses pemilu. Sejak proses pendaftaran partai politik,  pendaftaran calon pemilih, seleksi partai yang layak untuk ikut pemilu,  kampanye,  pengelolaan organisasi partai politik, pendaftaran dan proses adminstrasi calon legislatif,  hingga penentuan pemenang pemilu, semua aktivitas ini menjadi tidak terbayangkan betapa sulitnya jika tidak menggunakan TIK. Setelah pemerintahan baru terbentuk, masyarakat menggunakan TIK untuk mengetahui kinerja pemerintah, berinterkasi dengan pejabat pemerintah, maupun memberikan penilaian atas kinerja pemerintah. Ciri – ciri negara demokratis menjadi semakin nyata dengan fasilitasi TIK.
3.3  Dampak Teknologi Informasi dan Komunikasi dalam Kehidupan Sosial
Teknologi informasi dan komunikasi (TIK) bukan lagi menjadi barang mahal yang tak tersentuh oleh masyarakat. TIK sekarang ini dapat dimanfaatkan serta dikembangkan oleh manusia sesuai dengan kebutuhan hidupnya. Teknologi dijadikan media yang mempermudah manusia dalam segala hal.
Interaksi sosial pun tak jauh dari teknologi. Segala aspek yang berhubungan dengannya dapat diakses melalui TIK. Banyak hal positif yang dihasilkan dari teknologi dalam kehidupan sosial dan budaya. Tetapi, banyak juga hal negatif yang ditimbulkan dari pemnfaatan TIK yang kurang bertanggung jawab.
Inti dari teknologi adalah media. Semua media yang dapat memudahkan manusia dalam mengerjakan dan memenuhi kebutuhan hidupnya dikatakan teknologi. Ya, itulah makna hal dari teknologi yang paling penting, media atau produk teknologi. Bagaimana media tersebut dapat dijalankan atau dimanfaatkan seoptimal mungkin dengan pengoperasian yang mudah untuk menghasilkan produk yang sebaik mungkin dan memerlukan waktu, tenaga dan biaya seminim mungkin.
Teknologi dimanfaatkan manusia untuk memudahkan manusia dalama memenuhi kebutuhan hidupnya di berbagai hal. Dengan teknologi segalanya menjadi lebih mudah dan produktif. Tak hanya itu, dengan teknologi manusia dapat mengefektifkan serta mengefisienkan waktu, tenaga serta biaya untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Jadi, sudah bukan hal yang tabu lagi jika manusia zaman sekarang menginginkan segalanya serba instan. Dalam hal sosial dan budaya, TIK memberikan dampak yang tak sedikit, baik dampak positif maupun negatif.
  • Dampak positif TIK dalam sosial budaya diantaranya adalah:
a. Informasi yang ada di masyarakat dapat langsung dipublikasikan dan diterima oleh masyarakat. Sumber informasi tidak hanya berasal dari satu orang saja. Dalam masyarakat, semua orang dapat menjadi sumber informasi. Setiap orang dapat saling bertukar informasi satu sama lain. Informasi itu pun menyebar sampai kepada seluruh lapisan masyarakat dengan cepat melalui media-media TIK yang ada.
b. Hubungan sosial antar masyarakat dapat berlangsung dimana saja dan kapan saja.
A berada di kota Bandung dan B berada di kota Makassar. Mereka berkomunikasi melalui ponsel. Mereka saling mengabarkan kondisi satu sama lain dan saling bertukar cerita. Itulah sedikit gambaran pemafaatan TIK dalam hubungan interaksi sosial. Walaupun berjauhan dan berada dalam zona waktu yang berbeda, mereka tetap dapat berkomunikasi dan saling bertukar informasi.
c. Sosialisasi kebijakan pemerintah dapat lebih cepat disampaikan kepada masyarakat.
Peraturan pemerintah serta kebijakannya dapat keluar pada waktu yang tidak dapat diprediksi. Masa berlakunya pun kadang bersifat tentatif. Masyarakat pun sering dibingungkan oleh masalah ini. Karena keterlambatan info, masyarakat dirugikan oleh hal ini. Oleh karena itu, publikasi kebijakan serta peraturan pemerintah memerlukan media TIK, misalnya televisi, radio dan internet. Dengan begitu, masyarakat dapat dengan mudah dan cepat mengetahui peraturan dan kebijakan pemerintah yang sudah maupun baru keluar.
d. Tumbuhnya sikap percaya diri dan motivasi tinggi. Masyarakat memiliki rasa percaya diri yang tinggi dengan adanya TIK. Hal ini dibuktikan dari fakta-fakta yang ada di dunia maya, misalnya jejaring sosial. Mereka berani tampil secara terbuka, baik kepada orang yang dikenalnya bahkan yang tidak kenal sama sekali. Mereka mengekspos pribadinya dengan memberikan informasi-informasi yang sedang terjadi, baik itu penting atau tidak. Mereka berlomba-lomba untuk mendapatkan dan menyampaikan info terkini, hal ini juga dapat memperlihatkan tingkat kompetensi antar individu pun semakin besar.
e. Adanya “share” budaya antar daerah. Kebudayaan dimiliki oleh setiap kelompok dari setiap daerah dalam setiap bangsa. Tidak hanya dengan penampilan atau pertunjukkan saja budaya itu dipublikasikan. Dengan TIK pun, antar kelompok masyarakat dapat menyampaikan kebudayaan yang dimiliki oleh masing-masing untuk kemudian dipelajari dan dilestarikan. Tidak hanya dalam satu Negara, tetapi dapat juga antar Negara.
  • Dampak negatif TIK dalam Kehidupan sosial dan budaya  diantaranya adalah:
a. Timbulnya jenis kejahatan baru. Kejahatan yang timbul antara lain penipuan, pencurian nomor kartu kredit, pornografi, pengiriman email sampah (spam), pengiriman virus, penyadapan saluran telepon, memata-matai aktivitas seseorang (spyware), dan mengacaukan trafik jaringan. Kejahatan-kejahatan ini sulit dideteksi karena dikerjakan dengan fasilitas TIK, salah satunya internet.
b. Maraknya perilaku menyimpang yang terjadi di kalangan masyarakat pada umumnya dan remaja pada khususnya. Perilaku menyimpang disebabkan oleh merosotnya moral yang ada di masyarakat. Kurangnya filterisasi akan informasi serta budaya yang diterima dari TIK menjadi faktor pokok timbulnya permasalahn ini. Hal yang seharusnya salah justru dibenarkan dan yang benar justru disalahkan. Perilaku yang melawan norma yang ada di masyarakat pun kian merebak, tak hanya pada kalangan remaja atau pelajar saja yang memang masih labil, tetapi juga pada masyarakat “dewasa”.
c. Menurunnya tingkat kepercayaan kepada lingkungan sekitar. Kemudahan akses informasi semakin melemahkan rasa percaya pada orang-orang sekitar. Banyak orang justru lebih men-”dewa”-kan internet (khususnya) untuk mencari informasi dibandingkan bertanya langsung pada orang sekitar yang secara umum mengetahui. Atau bahkan mereka pun kadang sudah sulit sekali percaya pada polisi lalu lintas untuk menanyakan jalan sekalipun. Rasanya kalau tidak “googling” tidak afdol.
d. Kurangnya ruang privasi. Hadirnya situs-situs jejaring sosial tidak hanya membantu untuk menghubungkan individu yang satu dengan yang lain atau dengan kelompoknya. Layanan ini memberikan penggunanya kebebasan untuk membuka diri dan melihat-lihat info serta privasi orang lain. Privasi bukan lagi menjadi barang mahal.
e. Masuknya budaya asing yang kurang baik dan tidak difilter. Banyak budaya asing, baik penampilan maupun gaya hidup, yang masuk ke kelompok-kelompok masyarakat. Tidak hanya budaya baik yang ada, tetapi budaya yang kurang baik pun dapat masuk dan lambat laun apabila tidak difilter secara dini, budaya tersebut bukannya membangun tapi malah justru mengerogoti budaya asli yang ada di kelompok tersebut.
f. Meningkatnya angka pengangguran. Masalah yang satu ini sangat menarik perhatian. Kini, teknologi seolah-olah menggantikan manusia dalam segala bidang, termasuk pekerjaan. Kreatifitas manusia pun menjadi tumpul. Mereka menjadi tergantung akan teknologi. Hampir semua pekerjaan dilakukan oleh mesin-mesin otomatis. Sehingga makin banyak pengangguran karena tenaga mereka tergantikan oleh mesin-mesin otomatis tersebut.
Semua masalah memiliki solusi pemecahan masalahnya sendiri. Tidak ada masalah yang tidak memiliki solusi. Begitupun dengan permasalah yang timbul akibat TIK dalam bidang sosial.

Beberapa solusi untuk menanggulangi serta memecahkan permasalahan TIK dalam bidang sosial diantaranya adalah:
  1. Adanya perlindungan hukum terhadap privasi seseorang.
  2. Perlunya undang-undang yang mengatur transaksi elektronik
  3. Mengkorelasikan antara kreatifitas manusia dan teknologi.
  4. Perlunya filter dalam penerimaan budaya asing.
  5. Meningkatkan pengawasan orang tua terhadap anaknya tanpa pelarangan penggunaan TIK.
  6. Sosialisasi mengenai pemanfaatan TIK yang benar dari pihak-pihak yang memiliki kompetensi di bidangnya.
3.4  Dampak Positif dan Negatif Teknologi Informasi dan Komunikasi Secara Umum.
  1. Dampak Positif Teknologi Informasi dan Komunikasi ( TIK )
Pemanfaatan TIK, akan mengatasi masalah sebagai berikut:
a.       Masalah geografis, waktu dan sosial ekonomis Indonesia.
b.      Negara Republik Indonesia merupakan Negara kepulauan, daerah tropis dan pegunungan hal ini akan mempengaruhi terhadap pengembangan infrastruktur pendidikan sehingga dapat menyebabkan distribusi informasi merata.
c.       Mengurangi ketertinggalan dalam pemanfaatan TIK dalam pendidikan dibandingkan dengan negara berkembang dan negara maju lainnya.
d.      Akselerasi pemerataan kesempatan belajar dan peningkatan mutu pendidikan yang sulit diatasi dengan cara-cara konvensional.
e.       Peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui pengembangan dan pendayagunaan teknologi informasi dan komunikasi.
f.       Anak-anak dapat menggunakan perangkat lunak pendidikan seperti program-program pengetahuan dasar membaca, berhitung, sejarah, geografi, dan sebagainya. Tambahan pula, kini perangkat pendidikan ini kini juga diramu dengan unsur hiburan (entertainment) yang sesuai dengan materi, sehingga anak semakin suka.
g.      Membuat anak semakin tertarik untuk belajar.
h.      Dapat menjadi solusi bagi para orangtua yang memiliki anak yang merasa mudah bosan untuk belajar.
i.        Dapat menambah wawasan.
j.        Media pertukaran data, dengan menggunakan email, newsgroup, ftp dan www (world wide web – jaringan situs-situs web) para pengguna internet di seluruh dunia dapat saling bertukar informasi dengan cepat dan murah.
k.      Kemudahan bertransaksi dan berbisnis dalam bidang perdagangan sehingga tidak perlu pergi menuju ke tempat penawaran/penjualan

  1. Dampak Negatif TIK terhadap pendidikan
Pengaruh positif atau negatif yang bisa muncul dari komputer ini tentu saja lebih banyak tergantung dari pemanfaatannya. Bila anak-anak dibiarkan menggunakan komputer secara sembarangan, pengaruhnya bisa jadi negatif. Sebaliknya, komputer akan memberikan pengaruh positif bila digunakan dengan bijaksana, yaitu membantu pengembangan intelektual dan motorik anak.
  1. Pengaruh buruk dari Games Komputer.
Salah satu contoh pengaruh buruknya adalah dari kemungkinan anak, kemungkinan besar tanpa sepengetahuan orangtua, anak ‘mengkonsumsi’ games yang menonjolkan unsur-unsur seperti kekerasan dan agresivitas. Banyak pakar pendidikan mensinyalir bahwa games beraroma kekerasan dan agresi ini adalah pemicu munculnya perilaku-perilaku agresif dan sadistis pada diri anak.
  1. Pengaruh buruk  lewat internet.
Mampu mengakses internet sesungguhnya merupakan suatu awal yang baik bagi pengembangan wawasan anak. Sayangnya, anak juga terancam dengan banyaknya informasi buruk yang membanjiri internet. Melalui internetlah berbagai materi bermuatan seks, kekerasan, dan lain-lain dijajakan secara terbuka dan tanpa penghalang. Sebuah studi yang menunjukkan bahwa satu dari 12 anak di Canada sering menerima pesan yang berisi muatan seks, tawaran seks, saat tengah berselancar di internet.
  1. Pengaruh Buruk Terlalu Sering Bermain Komputer.
Kecanduan bermain komputer ditengarai memicu anak menjadi malas menulis, menggambar atau pun melakukan aktivitas sosial. Kecanduan bermain komputer bisa terjadi terutama karena sejak awal orangtua tidak membuat aturan bermain komputer. Seharusnya, menurut Rizal, orangtua perlu membuat kesepakatan dengan anak soal waktu bermain komputer.





BAB V

PENUTUP
5.1  Kesimpulan
Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) bagaikan dua sisi mata uang yang berbeda. Di satu sisi, perkembangan TIK tersebut dapat membantu serta memudahkan manusia dalam segala aktivitas kehidupannya. Tetapi di sisi lain, perkembangan TIK dapat menjadi boomerang bagi penggunanya yang tidak mampu membendung arus informasi yang deras dan tidak mampu memfilter informasi yang baik dan benar serta yang salah.
TIK memberikan dampak yang tak sedikit di masyarakat. Baik itu dampak positif maupun negatif. Tetapi tentunya dampak negative tersebut dapat ditanggulangi dan bahkan dicegah agar tidak terjadi. Banyak solusi atau jalan keluar untuk menanganinya tanpa merugikan kedua belah pihak, yaitu TIK dan manusia (yang pada kajian ini adalah lingkungan sosial).

5.2  Saran
















DAFTAR PUSTAKA
Manfaat TIK dalam Organisasi http://communicationista.wordpress.com/2010/03/26/teknologi-komunikasi-dalam-organisasi/ diakses pada tanggal 10 desember 2012
Manfaat TIK dalam Berbagai Bidang. http://perananteknologidankomunikasi.blogspot.com/ 2009/10/manfaat-tik-dalam-bernagai-bidang.html.
Mendeskripsikan Peranan Teknologi Informasi Dan Komunikasi Dalam Kehidupan Sehari – Hari. http://syopian.net/blog/?p=456

Teknologi Informasi dan Komunikasi dan Peranya dalam Proses Perubahan Sosial http://blog.politekniktelkom.ac.id/30212033/2012/06/13/teknologi-informasi-dan-komunikasi-dan-peranya-dalam-proses-perubahan-sosial/







Tidak ada komentar:

Posting Komentar